<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mencari Uang di Marketiva.COM &#187; Analisa Fundamental</title>
	<atom:link href="http://marketiva.mencariuang.web.id/category/analisa-fundamental/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://marketiva.mencariuang.web.id</link>
	<description>Mencari Uang di Internet Juga Bisa Menggunakan Marketiva.COM untuk Trading Forex. Cocok bagi Trader Pemula maupun Profesional.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 20:17:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Panduan Marketiva Forex Umum</title>
		<link>http://marketiva.mencariuang.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html</link>
		<comments>http://marketiva.mencariuang.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 20:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketiva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.purwochanger.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-style: italic;">Forex</span> atau <span style="font-style: italic;">Foreign Exchange</span> atau biasa juga disebut <span style="font-style: italic;">Future Trading</span> merupakan kegiatan jual beli mata uang asing yang dilakukan untuk memperoleh selisih antara harga jual dengan harga beli (profit) atau keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam forex/margin/stock, kita tidak dapat mengontrol berapa besar profit yang akan kita dapatkan karena itu tergantung dari hoki kita. TAPI, kita bisa mengontrol berapa besar/kecil kerugian kita, di sini yang paling dominan adalah manajemen resiko (Risk Management) dan manajemen uang (Money Management).</p>
<div style="text-align: justify;">Indek (mata uang/bursa) selalu bergerak seiring dengan roda perekonomian suatu negara, hal yang paling mendasar adalah siapakah diri kita dan siapa pasar itu, jika kita telah menyatu dengan pasar, maunya pasar jelas, kita akan mampu lebih baik mendapatkan hasilnya, baru2 ini Jepang berusaha menahan laju penguatan mata uangnya menghabis 3 milyar dollar US, mengapa kita tidak bermain di dalamnya&#8230;?</p>
<p>Saran saya jangan melawan pasar, berusaha memahami arah pasar, bukan hanya berprinsip mengharap pada rebounding market, pengalaman anda juga wajar karena pendidikan formal untuk ini sangat terbatas.., baru satu atau dua lembaga pendidikan (asing) yang membuka pendidikan formal khusus di Indonesia, itupun dengan biaya yang wahh&#8230; (sebagian pendidikan diselesaikan di singapore)</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="font-style: italic;">Ada beberapa faktor penentu dalam kesuksesan melakukan Trading</span>:</p>
<p><span style="font-style: italic; color: #3366ff; font-weight: bold;">Psikologi Individu</span></p>
<p>Terdapat 6 psikologi yang mempengaruhi individu dalam bertransaksi:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bertanggung jawablah terhadap modal anda</li>
<li>Kurangi kerugian anda secepatnya dan biarkan keuntungan anda yang berjalan</li>
<li>Disiplin</li>
<li>Terlalu banyak informasi</li>
<li>Jangan menikah dengan perdagangan anda</li>
<li>Jangan bertaruh di ladang ini</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-style: italic;">Penjelasan:</span><span style="color: #3366ff;"><br />
Bertanggung jawablah terhadap modal anda </span></p>
<div style="text-align: justify;">Sangatlah menarik dimana banyak orang senang menaruh simpanan dan dana mereka dalam tangan orang lain, menerima kerugian seperti dengan mudahnya menyalahkan orang lain daripada bertanggung jawab terhadap dana mereka sendiri.</div>
<div style="text-align: justify;">Langkah pertama sebagai individu adalah percaya pada diri anda sendiri dan kemampuan anda sendiri. Satu dari penemuan yang sangat mengejutkan ketika anda mulai bertransaksi atau memiliki pengamatan dari pasar saham bagaimana para ahli sangat sering melakukan kesalahan. Hal ini merupakan penyokong kepercayaan yang sesungguhnya ketika anda mulai mengerti bahwa dengan latar belakang yang kokoh dan pengetahuan, disiplin dan penetapan rencana perdagangan yang baik akan membuat anda melakukan tindakan profesional.<br />
Anda<span style="font-family: georgia;"> akan berada dalam sebuah pasar yang bergerak beberapa kali lebih cepat daripada pasar lainnya dan dengan leverage, penghargaan dan kerugian bercampur berulang kali. Jalan terbaik untuk mengatasi pikiran dari penggunaan uang anda sendiri dan volume anda akan melakukan transaksi adalah melupakan tentang uang dan bicarakan bagian dari poin-poin. Jadi daripada menghitung keuntungan dan kerugian anda dalam faktor-faktor dari dolar, bicarakan faktor-faktor dari poin-poin keuntungan dan kerugian. Jika anda mengambil hal ini pada tingkat yang sangat awal, ini akan terasa sama jika anda melakukan perdagangan demo, mini atau 10 kontak dari rekeni</span>ng penuh.</p>
<div style="text-align: justify;">Ketika melakukan perdagangan rekening demo, kebanyakan orang melakukannya dengan sangat baik. Mereka berdagang tanpa rasa takut. Tapi ketika mereka bertransaksi dengan uang sesungguhnya, meskipun hanya rekening mini, tiba-tiba mereka menemukan diri mereka bertransaksi dengan sikap dimana mereka kehilangan banyak kesempatan dan mengumpulkan banyak kerugian. Mereka dengan mudah kehilangan keberanian mereka dan masuk ke dalam rasa takut dan tamak. Hal ini dapat terjadi juga ketika anda berangkat dari rekening mini ke rekening penuh atau dari kontrak perdagangan sendiri ke kontrak perdagangan multiple.</div>
</div>
<div style="text-align: justify;">Cobalah dan berdaganglah tanpa pikiran akan berapa banyak uang anda yang mungkin akan untung atau rugi. Berdagang dengan pemikiran yang benar, tidak peduli berapa banyak kontrak yang anda perdagangkan atau bahkan jika anda melakukan transaksi di rekening demo.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Kurangi kerugian anda secepatnya dan biarkan keuntungan anda yang berjalan</span></p>
<div style="text-align: justify;">Konsep sederhana ini merupakan salah satu konsep tersulit untuk dilaksanakan dan ini menyebabkan kematian bagi kebanyakan pedagang. Kebanyakan pedagang melanggar rencana yang telah ditetapkan sebelumnya dan mengambil keuntungan mereka sebelum meraih target keuntungan mereka karena mereka merasa tidak nyaman duduk di posisi yang menguntungkan. Jenis orang yang sama ini akan dengan mudah duduk di posisi kerugian, mengijinkan pasar bergerak terhadap mereka untuk ratusan poin dengan harapan bahwa pasar akan kembali. Tambahan, pedagang yang perintah stop mereka telah terkena berulang kali hanya untuk melihat pasaran kembali pada kehendak mereka, sekali mereka keluar, mereka dengan cepat memindahkan perintah stop dari perdagangan mereka dengan satu kepercayaan bahwa hal ini akan selalu menjadi kasus. Perintah stop diadakan untuk dikenai, dan untuk menghentikan anda dari kerugian melebihi jumlah yang ditetapkan sebelumnya! Kepercayaan yang salah adalah bahwa setiap transaksi haruslah menguntungkan. Jika anda telah memperoleh keuntungan 3 dari 6 transaksi maka anda telah melakukannya dengan baik. Bagaimana mungkin anda dapat menghasilkan uang dengan hanya setengah dari perdagangan anda untuk menjadi pemenang? Sederhana saja, anda ijinkan keuntungan anda pada saat menang untuk berputar dan yakinkan bahwa kerugian yang anda alami adalah minimal.<br />
Strategi bagus lainnya adalah menggerakan stop loss (poin dimana transaksi akan terjual jika berjalan ke jalan yang salah) di balik perdagangan ke tingkat dimana penarikan kembali dapat diakomodasikan tetapi pembalikan akan terkunci paling tidak memperoleh sedikit keuntungan.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Disiplin</span></p>
<div style="text-align: justify;">Berdaganglah dengan perencanaan yang disiplin. Masalah dari banyak pedagang adalah mereka menganggap berbelanja lebih serius dibandingkan perdagangan. Pembelanja rata-rata tidak akan mengeluarkan $400 tanpa penelitian yang serius dan pemeriksaan produk yang hendak dibeli, juga pedagang rata-rata akan membuat sebuah perdagangan dengan mudah membebaninya $400 didasari pada sedikit daripada &#8220;perasaan&#8221; atau &#8220;dugaan&#8221;. Yakinkan bahwa anda memiliki rencana sebelum anda mulai bertransaksi. Rencana harus termasuk didalamnya level stop dan limit untuk bertransaksi, sama seperti analisa anda harus meliputi sisi bawah yang diharapkan sebaik sisi atas yang diharapkan.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Terlalu banyak informasi</span></p>
<div style="text-align: justify;">Seperti banyak usaha-usaha keras lainnya, sangatlah penting untuk tetap berdagang secara sederhana. Banyak pedagang memulai dengan strategi yang sederhana dan sukses, tapi menemukan diri mereka mencoba memotong dan mengubah untuk menemukan sistem yang lebih baik. Mereka juga mengijinkan diri mereka untuk dipengaruhi oleh pendapat lain dan terlalu banyak fundamental.<br />
Perdagangan pasar saham biasanya serupa dalam hal ini. Pelatihan yang baik adalah untuk mengajarkan seorang anak atau remaja strategi perdagangan yang sederhana atau rancangan aturan untuk diikuti dan membiarkan mereka untuk berdagang rekening demo. Banyak pedagang yang telah melakukan ini merasa surprise bahwa anak-anak mereka dapat melakukan transaksi dengan baik, konsisten dan seringkali dengan hasil yang spektakuler. Pelajarannya adalah bahwa mereka tidak menyimpang dari aturan-aturan yang ada dan tidak terpengaruh oleh media atau fundamental. Banyak pedagang tidak memperhatikan fundamental sama sekali dan sukses dalam bertransaksi. Aturan di sini adalah untuk tetap menjadikannya sederhana, jangan ijinkan diri anda untuk menjadi bingung dengan terlalu banyak informasi dan jika anda tidak yakin atau tidak dalam emosi dalam pikiran yang baik, jangan melakukan transaksi.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Jangan menikah dengan perdagangan anda</span></p>
<div style="text-align: justify;">Alasan berdagang dengan perencanaan adalah sangat penting karena analisa terobjektif adalah telah dilakukan sebelum perdagangan dilaksanakan. Sekali seorang pedagang berada dalam posisi mereka cenderung menganalisa pasar berbeda dalam &#8220;harapan&#8221; bahwa pasar akan bergerak ke dalam arah yang diinginkan daripada penglihatan objektif pada faktor-faktor yang berubah yang mungkin berbalik terhadap analisa asli anda. Hal ini khususnya merupakan kerugian yang sebenarnya. Pedagang dengan posisi kalah cenderung untuk menikahi posisi mereka, yang menyebabkan mereka mengabaikan kenyataan bahwa semua tanda mengarah pada kerugian. Jangan berdagang lebih lagi dengan harapan bahwa pasar akan berbalik ke dalam kehendak anda, hal ini hanya akan mempercepat kerugian anda.</p>
<p><span style="color: #3366ff;">Jangan bertaruh di ladang ini</span><br />
Jangan berlebihan dalam bertransaksi. Satu dari sekian banyak kesalahan biasa bahwa pedagang membuat leverage yang terlalu tinggi dari rekening mereka dengan berdagang ukuran besar yang banyak daripada seharusnya mereka memperdagangkan secara bijaksana saldo mereka. Leverage merupakan pedang bermata dua. Hanya karena satu lot (100,000 unit) dari mata uang hanya diminta $1000 sebagai margin minimum deposit, itu bukan berarti kalau seorang pedagang dengan $5000 dalam rekeningnya dapat melakukan transaksi sebanyak 5 lot. Satu lot adalah $100,000 dan harus diperlakukan sebagai $100,000 investasi dan bukannya menaruh $1000 sebagai batasan. Banyak pedagang menganalisa grafik dengan benar dan menempatkan transaksi yang bijaksana, juga mereka cenderung untuk berlebihan menetapkan leverage mereka sendiri. Sebagai konsekuensinya, mereka seringkali terpaksa untuk keluar posisi pada waktu yang salah/tidak tepat. Aturan terbaik adalah untuk berdagang <span style="font-family: georgia;">dengan 1-10 leverage atau tidak pernah menggunakan saldo anda lebih dari 5 pada waktu yang diberikan. Berdagang mata uang tidaklah mudah. (jika mudah, setiap orang akan menjadi milyuner!)</span></div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="font-style: italic; color: #3366ff; font-weight: bold;">Psikologi Pasar</span></p>
<p>Terdapat 5 psikologi pasar yang mempengaruhi naik turunnya nilai mata uang:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Fundamental dan Teknis</li>
<li>Desas desus dan Berita</li>
<li>Kekhawatiran dan intervensi</li>
<li>Mentalitas Persamaan</li>
<li>Ikhtisar/ringkasan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-style: italic;">Penjelasan:</span><br />
<span style="color: #3366ff;">Fundamental dan Teknis</span></p>
<div style="text-align: justify;">Seorang idealis menginginkan kita untuk percaya bahwa nilai dari sebuah mata uang merupakan refleksi sesungguhnya dari evolusi ekonomi dan keadaan aset negara tersebut. Tidak ada lagi lainnya selain kebenaran. Nilai dari satu mata uang mencerminkan sentimen pasar dan apa yang mempengaruhi sentimen tersebut. Hal ini yang secara luas akan meliputi bab fundamental dari pelajaran ini. Pada bagian ini kami akan secara singkat melihat bagaimana perilaku pasar dan mencerminkan ke arah mana mata uang didapat dari pandangan prespektif pedagang.</div>
<div style="text-align: justify;">Para pedagang menggunakan 2 alat dasar untuk memandu mereka dalam membuat strategi untuk bertransaksi, yaitu Analisa Fundamental dan Analisa Teknik. Kami menekankan pada teknis karena para pedagang di dunia menggunakan grafik-grafik dan peralatan-peralatan yang hampir sama dalam memprediksi tren pasar. Alasan pasar kadangkala sangat dapat diramalkan adalah jika mayoritas menggunakan grafik yang sama untuk menentukan pola dan tren, kemudian kedua hal ini sangat mungkin berlaku dalam gaya yang serupa. Jadi beberapa ribu pedagang yang semuanya memiliki pemetaan garis resistensi yang sama akan sangat mungkin merancang pengarahan dan perdagangan mereka sesuai dengan garis tersebut.</div>
<div style="text-align: justify;">Dengan kata lain fundamental sebagai pengumuman data ekonomi, ancaman dari perang atau peristiwa individu dapat membuat pasar berada dalam keadaan gila-gilaan. Hal ini perlu diperhatikan ketika membuat keputusan untuk bertransaksi atau tidak.</div>
<div style="text-align: justify;">Pasar selalu bereaksi sebelum data ekonomi diumumkan, secara umum penempatannya menurut pada pengharapan pasar dari data. Jika terdapat perbedaan dari pengharapan &#8211; pengharapan tersebut, pasar akan bereaksi secara negatif atau positif. Kadangkala, strategi yang baik ditemukan dalam pasar yang diam adalah penempatan pesanan untuk transaksi baik sisi dari harga pasar saat ini sebelum data utama diumumkan dan perdagangan akan diaktifkan jika terdapat pergerakan mendadak. Hal ini tidak mempengaruhi ke arah mana perdagangan akan pergi, paling tidak satu transaksi akan diaktifkan dengan arah yang benar.</div>
<div style="text-align: justify; font-style: italic;">Catatan peringatan: terkadang sedikit pukulan cemeti dapat terjadi dan perdagangan yang salah akan diaktifkan.</div>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;"><br />
Desas desus dan Berita</span></p>
<div style="text-align: justify;">Di sini terdapat perbedaan pendapat yang tiada henti antara beberapa pedagang tentang apa yang paling penting: Analisa fundamental atau Analisa teknik. Kebanyakan pedagang menggunakan analisa teknik, banyak dari mereka tidak menggunakan analisa fundamental sama sekali. Hal ini merupakan tindakan terbodoh yang dilakukan jika seseorang mengabaikan sama sekali analisa fundamental seperti mereka seringkali menjelaskan perubahan mendadak yang terjadi dalam sentimen pasar. Umumnya, seorang pedagang akan memperoleh layanan berita peristiwa dunia seperti adanya bom di suatu tempat atau pengumuman data ekonomi dapat menjadi katalisator untuk menciptakan pergerakan dalam pasar. Lebih lagi bahwa bukan pergerakan yang mengikuti tingkah laku teknikal.</div>
<div style="text-align: justify;">Ketika mengamati layanan berita, sangatlah penting untuk tidak terjerat dalam desas desus. Biasanya desas desus berkisar tentang kontrak-kontrak futures tentang berakhirnya nilai mata uang pada harga yang pasti. Desas desus ini lebih sering terjadi daripada tidak dimana para pedagang dan lembaga terjerat dalam posisi seharusnya mereka tidak berada didalamnya dan mencoba untuk membicarakan naik atau turunnya pasar.</div>
<div style="text-align: justify;">Pasar bereaksi terhadap peristiwa dunia. Ancaman perang atau tindakan teroris juga dapat mengirim pasar ke dalam tren dan arah baru dalam hitungan menit. Biasanya setelah peristiwa ini, pasar cenderung untuk kembali ke pola perdagangan biasa.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Kekhawatiran dan Intervensi</span><br />
<span style="color: #3366ff;"> </span></p>
<div style="text-align: justify;">Dikarenakan oleh ukuran Forex tidak satupun negara atau lembaga dapat memiliki pengaruh yang lama pada pasar. Bagaimanapun beberapa negara menggunakan bank-bank sentral mereka untuk mempengaruhi pasar baik dalam masa sebentar maupun lama.</div>
<div style="text-align: justify;">Pada tahun 2002, Bank of Japan merasa dolar US menurun terlalu cepat terhadap Yen dan mulai mempengaruhi daya saing dari ekspor Jepang ke Amerika. Dalam upaya penghentian tren, mereka menempatkan pesanan untuk dolar US sampai dengan 10 milyar dolar pada waktu yang sama dalam menit. Pasar bereaksi terhadap dolar US hingga naik sampai dengan 150 poin dalam menit. Mereka menggunakan taktik ini kapan saja dan pada harga yang berbeda. Pengaruh sesungguhnya dari 10 miliar secara umum menetap sebentar dalam pasar dimana perdagangan 1.5 trilyun dolar sehari, tapi kekhawatiran yang tiada henti berkembang di pasar sehingga diperlukan waktu beberapa bulan untuk mengelola dolar US terhadap Yen.</div>
<p style="text-align: justify;">Hanya pembicaraan dari intervensi akan sering terlihat dolar US berbalik dari kecenderungan untuk menurun.</p>
<p><span style="color: #3366ff;">Mentalitas Persamaan</span></p>
<div style="text-align: justify;">Biasanya semangat keuntungan suatu transaksi dan berlanjut bergerak naik atau turun dan tidak digerakan oleh apapun daripada seseorang mengikuti seseorang lainnya. Sebuah data diumumkan atau peristiwa dapat memicu beberapa pedagang untuk membeli atau menjual. Pedagang lainnya melihat pergerakan dan memutuskan kemungkinan berjalan terus atau sedang berlangsungnya tren baru. Mereka sedang dalam penempatan pesanan atau menjual posisi mereka dan pergerakan baik naik atau turun mengatakan untuk memperoleh keuntungan. Harga akan berlanjut naik atau jatuh pada langkah kenaikan yang cepat hingga beberapa pedagang memasuki pasar atau mengurangi pembukaan mereka yang telah jatuh dan harga mulai keluar dari level yang ada. Tambahan, banyak dari para pedagang yang terlalu cepat bertindak dalam berdagang dapat memperoleh keuntungan atau membeli kembali, yang akan membawa pergerakan berhenti atau bahkan membalikkan tren, biasanya kembali ke harga awal atau menstabilkannya pada level yang baru. Hal ini selalu penting untuk tidak masuk ke dalam perdagangan ini hingga ada bukti dari penarikan kembali dan kemungkinan dari berlanjutnya tren. Ini adalah waktunya untuk melihat pada Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal untuk melihat apa yang menyebabkan pergerakan seperti itu dan kemungkinan kelanjutannya. Di sini kita mengatakan bahwa perdagangan adalah rancangan bukan reaksi. Jangan berdagang berdasarkan reaksi, berdagang berdasarkan rancangan. Hanya pergerakan perdagangan atau rancangan grafik atau strategi anda yang mengatakan kepada anda untuk berdagang, atau berdaganglah jika grafik anda mengatakan pada anda bahwa masih terdapat banyak pergerakan dalam tren saat ini.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Ikhtisar/ringkasan</span></p>
<div style="text-align: justify;">Untuk meraih sukses dalam bertransaksi, anda harus berhati-hati terhadap emosi anda sendiri dan pakailah peralatan-peralatan dan strategi-strategi dimana mereka tidak mempengaruhi keputusan anda. Pedagang tersukses di dunia lebih banyak adalah wanita, karena wanita memiliki komunikasi yang baik dan mereka bisa mengendalikan emosi mereka. Tidak ada tempat untuk perilaku sombong dan angkuh atau ketidakstabilan emosi dalam penempatan pasar.</div>
<div style="text-align: justify;">Pelajari dan amati alasan-alasan terjadinya fluktuasi dalam pasar, dapati itu dari Analisa Fundamental atau Analisa Teknikal atau kombinasikan keduanya. Aturan yang baik untuk diikuti adalah jika satu atau lainnya tidak kelihatan benar &#8211; jangan melakukan transaksi. Jangan pernah melakukan transaksi atas tren hanya demi menjadi berbeda dari yang lain, kami tegaskan berkali-kali melalui manual ini &#8220;TREN ADALAH TEMAN ANDA&#8221;.</div>
<div style="text-align: justify;">Pengalaman akan memberikan kemampuan kepada anda untuk mengerti psikologi dari pasar dan untuk mengukur keseimbangan antara analisa fundamental dan analisa teknikal.</div>
<div style="text-align: justify;">Anda hanya perlu berhati-hati akan emosi anda sendiri dan gunakanlah perubahan perilaku yang diperlukan, ini akan memampukan anda untuk menjadi pedagang yang sukses.</div>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, mengertilah bahwa tidak ada satupun dari pelatihan, pengertian ataupun informasi yang dapat menjadikan anda pedagang yang baik. Kuncinya adalah untuk mampu berdagang dalam tingkat emosi yang benar dan tanpa kekhawatiran. Jika anda tidak merasa diri anda benar, menjauhlah sampai anda merasa diri anda benar. Jangan mencoba bertransaksi lebih untuk menutupi kekalahan atau meningkatkan keuntungan anda; bertahanlah pada rencana. Kenalilah kekuatan dan kelemahan anda. Ambil tanggung jawab untuk diri anda sendiri, investasi anda dan emosi anda.</p>
<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html" title="panduan marketiva com">panduan marketiva com</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html" title="panduanmarketiva">panduanmarketiva</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.mencariuang.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analisa Valas Sederhana Bagian 2 dari 4</title>
		<link>http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-2-dari-4.html</link>
		<comments>http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-2-dari-4.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 20:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketiva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Teknikal]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Marketiva Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.purwochanger.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya membaca jadwal kalender berita ekonomi hanya untuk melihat jam-nya saja misalnya ada pengumuman berita ekonomi tertentu pada jam sekian. Berarti paling tidak mendekati jam tersebut akan besar kemungkinan terjadi perubahan harga secara ekstrem. Dengan kita mengetahui kira-kira kapan akan adanya pergerakan harga secara ekstrem paling tidak kita telah berhemat waktu dan tidak perlu seharian mengamati pergerakan harga di layar monitor. Kecuali kalau hal tersebut memang merupaka suatu hoby itu tentu saja tidak menjadi masalah bagi anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Bertrading sebaiknya mengikuti keadaan lapangan yang terjadi pada saat itu. Terlalu beresiko jika kita berusaha memprediksikan bahwa pada harga sekian akan terjadi bullish / bearish. Saran kedua, tunggu keadaan dan masuk begitu kesempatan benar-benar telah datang. Kunci utama lainnya tungguin trading anda sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-139"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bertrading harus disiplin mengikuti sistem atau pola yang telah kita tentukan. Keserakahan dapat berakibat fatal saya rasa dengan 1 hari dapat mengantongi 30 – 50 point sudah cukup. Banyak kekalahan besar yang terjadi dari akibat keteledoran yang sepele.</p>
<p style="text-align: justify;">Menentukan entry bisa dilakukan dengan atau tanpa bantuan chart ( Grafik ). Yang menjadi dasar pengambilan keputusan adalah harga tertinggi atau terendah range harian. Misalkan harga bergerak pada saat itu mendekati harga tertinggi pada hari itu, tunggulah dulu biasanya harga bergerak akan terus berusaha menembus harga tertinggi pada hari itu. Perhatikan range hariannya. Misalnya untuk mata uang EURO-USD range hariannya pada saat kita akan entry sudah mencapai 98 point besar kemungkinan harga tertinggi pada hari itu akan tertembus sampai beberapa point lagi diatasnya sebelum kemudian akhirnya harga berbalik arah karena aksi profit taking.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika anda tergolong seorang Risk Taker, sebenarnya bisa saja anda memanfaatkan keuntungan sewaktu terjadi koreksi harga tersebut dan anda bisa memetik 2 keuntungan sekaligus sewaktu harga terkoreksi naik sebentar sebelum akhirnya mengalami reversal ( pembalikan harga. ) hal ini bisa saja dilakukan tetapi saya tidak menyarankan untuk digunakan oleh pemula jika anda masih merasa belum begitu mengenal situasi pasar maka sebaiknya anda berlatih dahulu di rekening virtual anda dahulu sampai anda benar-benar menguasainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan jangan lupa pula perhatikan juga mata uang yang menjadi lawan mata uang yang kita pegang tersebut misalnya karena pada contoh kasus ini kita memegang mata uang EURO-USD maka perhatikan pula mata uang lawannya misalnya USD-JPY seharusnya pada saat yang sama USD-JPY juga akan berusaha menyentuh titik terendah sebelum pada akhirnya berbalik arah</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan memanfaatkan grafik pun kita bisa memperoleh informasi yang cukup jelas lagi jika anda pengguna software metatrader, cukup perhatikan pada time frame 5 menit &amp; 15 menit saja. Indicator yang digunakan cukup Bollinger bands saja dan jika masih kurang yakin gunakan indicator tambahan yaitu RSI dengan seting periodenya 6.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi sekali lagi yang perlu diingat dasar utamanya adalah range harian High dan Low!</p>
<p style="text-align: justify;">Jika telah terjadi break High ataupun break low baru anda perhatikan grafik candle stick anda terutama fokuskan pada frame 5 menit. Ini berguna supaya entry anda benar-2x persisi dan akurat pada harga serendah-rendahnya atau setinggi-tingginya.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang yang justru terjebak pada pemfokusan grafik misalnya garis Moving average sudah cross atau sebagainya tetapi sebenarnya pada waktu itu range harga belum terbentuk secara matang, tentu saja hal tersebut bisa menjadi sangat riskan. Sekali lagi saya tekankan perlunya anda memperhatikan range harga yang sudah terbentuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaan garis pivot point support dan resistance pun bisa anda memanfaatkan untuk perbandingan mempertajam keputusan yang akan diambil. tetapi ingat sekali lagi patokan range hargalah yang menjadi fokusnya jangan anda menjadi rancu atau bingung karena segala macam indicator tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya mata uang EURO-USD sudah menembus break high perhatikan pada chart 5 menit anda candle stick akan telah menyentuh garis Bollinger bands bagian atas bahkan mungkin lebih tunggu dahulu sampai benar-benar telah mencapai puncaknya untuk lebih meyakinkan lagi konfirmasikan dengan time frame 15 menit baru setelah dirasakan adanya gejala reversal atau pembalikan maka baru anda melakukan entry</p>
<p style="text-align: justify;">Pergerakan harga merupakan suatu hal yang kompleks yang melibatkan keempat pasangan mata uang tersebut satu sama lainnya. Hal ini tidak bisa dijelaskan secara detail. Demikian pula penentuan overbought ataupun oversold tidak mutlak berpedoman pada chart frame 5 menit atau 15 menit hal ini akan anda peroleh sendiri dengan jalan sering berlatih gunakanlah logika anda maka hal yang luar biasa akan anda dapatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya ingin menjelaskan secara tertulis ataupun lisan tapi memang hal ini tidak bisa dijelaskan begitu saja sama saja seperti saya misalnya memberitahukan kepada anda harumnya bunga melati. Kita tidak bisa bukan untuk mendiskripsikan dengan kata-kata atau tulisan jalan satu-satunya supaya anda tahu ya cium dan rasakan sendiri harumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelajari pergerakan ke 4 pasang mata uang tersebut EURO-USD, GBP-USD, USD-JPY dan USD-CHF disitulah letak kunci jawaban kemenangan anda.</p>
<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-2-dari-4.html" title="www analisa cadlestick com">www analisa cadlestick com</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-2-dari-4.html" title="cara mengetahui harga tertinggi dan terendah harian">cara mengetahui harga tertinggi dan terendah harian</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-2-dari-4.html" title="marketiva indicator">marketiva indicator</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-2-dari-4.html" title="range harga harian euro">range harga harian euro</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-2-dari-4.html" title="www analisacadlestick com">www analisacadlestick com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-2-dari-4.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Berita Valas / Forex Bahasa Indonesia dan English</title>
		<link>http://marketiva.mencariuang.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html</link>
		<comments>http://marketiva.mencariuang.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 20:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketiva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wikamaha.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa situs yang menyediakan berita forex / valas dalam bahasa Indonesia:</p>
<ul>
<li><a target="_blank" href="http://vibiznews.com/" target="_blank">http://vibiznews.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://www.finance.roll.co.id/" target="_blank">http://www.finance.roll.co.id/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://belajarforex.com/" target="_blank">http://belajarforex.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://www.detikfinance.com/" target="_blank">http://www.detikfinance.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://economy.okezone.com/" target="_blank">http://economy.okezone.com/</a></li>
</ul>
<p>Beberapa situs yang menyediakan berita forex dalam bahasa Inggris:</p>
<ul>
<li><a target="_blank" href="http://www.tradingeducation.com/" target="_blank">http://www.tradingeducation.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://forexfactory.com/" target="_blank">http://forexfactory.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://www.babypips.com/" target="_blank">http://www.babypips.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://www.bloomberg.com/" target="_blank">http://www.bloomberg.com/</a></li>
</ul>
<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="beberapa situs news forex">beberapa situs news forex</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="berita forex rss">berita forex rss</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.mencariuang.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasehat Warren Buffet utk Pengusaha Muda</title>
		<link>http://marketiva.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html</link>
		<comments>http://marketiva.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 20:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketiva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Forex]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan, Investor Legendaris nomor satu di dunia di CNBC. Warren Buffet saat ini adalah orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah Forbes, dengan aset pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619 triliun rupiah!!!),</p>
<p>Buffet sekaligus filantrop / dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih dari $ 31 milyar (sekitar Rp. 300 triliun!!!) dana pribadinya untuk sumbangan-sumbangan.<br />
<span id="more-212"></span>Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun, dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat</li>
<li>Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun dari hasil tabungannya menjadi loper koran</li>
<li>Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah, memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu, Rumahnya tidak memiliki pagar.</li>
<li>Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun bodyguard di dekatnya</li>
<li>Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia</li>
<li>Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan. Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut, memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya. Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut, ia hanya memberikan 2 buah peraturan: 1) Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik saham; 2) Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1</li>
<li>Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya. Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn, dan menonton TV</li>
<li>Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia, tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki, namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit. Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam, Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.</li>
<li>Buffet tidak pernah membawa hanphone, maupun PC/laptop di mejanya,</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
Nasehatnya untuk Anak Muda:</p>
<p>Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG</li>
<li>Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri Anda NYAMAN</li>
<li>Jangan lakukan apa yang orang lain katakan. Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda merasa nyaman (feel good)</li>
<li>Jangan membeli barang karena merknya. Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.</li>
<li>Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting. Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang benar-benar Anda perlukan.</li>
<li>Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda. Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, &amp; Anda bahagia.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
VERSI INGGRIS</p>
<p>There was a one hour interview on CNBC with<br />
Warren Buffet, the richest man who has donated $31 billion to charity.</p>
<p>Here are some very interesting aspects of his life:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>He bought his first share of stock at age 11 and he now regrets that he started too late!</li>
<li>He bought a small farm at age 14 with savings from delivering newspapers.</li>
<li>He still lives in the same, small 3-bedroom house in midtown Omaha that he bought after he got married 50 years ago. He says that he has everything he needs in that house. His house does not have a wall or a fence.</li>
<li>He drives his own car everywhere and does not have a driver or security people around him.</li>
<li>He never travels by private jet, although he owns the world&#8217;s largest private jet company.</li>
<li>His company, Berkshire Hathaway, owns 63 companies. He writes only one letter each year to the CEOs of these companies, giving them goals for the year. He never holds meetings or calls them on a regular basis. He has given his CEO&#8217;s only two rules. 1) Rule number 1: Do not lose any of your shareholder&#8217;s money; 2) Rule number 2: Do not forget rule number 1.</li>
<li>He does not socialize with the high society crowd. His pastime after he gets home is to make himself some popcorn and watch television.</li>
<li>Bill Gates, the world&#8217;s richest man, met him for the first time only 5 years ago. Bill Gates did not think he had anything in common with Warren Buffet. So, he had scheduled his meeting only for half hour. But when Gates met him, the meeting lasted for ten hours and Bill Gates became a devotee of Warren Buffet.</li>
<li>Warren Buffet does not carry a cell phone, nor has a computer on his desk.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">His advice to young entrepreneurs:<br />
Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Money doesn&#8217;t create man, but it is the man who created money.</li>
<li>Live your life as simple as you are.</li>
<li>Don&#8217;t do what others say. Just listen to them, but do what makes you feel good.</li>
<li>Don&#8217;t go on brand name. Wear those things in which you feel comfortable.</li>
<li>Don&#8217;t waste your money on unnecessary things. Spend on those who really are in need.</li>
<li>After all, it&#8217;s your life. Why give others the chance to rule your life?</li>
</ol>
<p><em>Sumber: <a target="_blank" href="http://www.fjbku.com/forum-oot/4269-true-story-warren-buffet.html" target="_blank">http://www.fjbku.com</a></em></p>
<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html" title="cara bill gates dalam mebuat one house one computer">cara bill gates dalam mebuat one house one computer</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html" title="nasehat warren buffet untuk trader pemula">nasehat warren buffet untuk trader pemula</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html" title="warren buffet : pembuat uang terbesar di dunia">warren buffet : pembuat uang terbesar di dunia</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinamika Pasar, Krisis, Keputusan BI Menaikkan Suku Bunga</title>
		<link>http://marketiva.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html</link>
		<comments>http://marketiva.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 20:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketiva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Valas Online]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Forex]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ketika bank-bank sentral dunia bersama-sama menurunkan tingkat suku bunga, BI malah menaikkan suku bunga. Mengapa?</p>
<p>Mungkin BI punya 3 tujuan:</p>
<p>* Mempertahankan rupiah,<br />
* Memberikan sinyal ke pelaku pasar bahwa kondisi Indonesia tidak seperti kondisi negara2 lain yang terimbas krisis keuangan, krisis kredit dan krisis kepercayaan sehingga Indonesia tidak perlu ikut menurunkan suku bunga,<br />
* Mengurangi laju inflasi.. (penjelasan standar)</p>
<p>Dalam kondisi normal, Bank Sentral menggunakan instrumen suku bunga untuk menstabilkan harga (menahan laju inflasi). Menaikkan suku bunga secara tidak langsung akan mengurangi jumlah uang yang beredar di pasar melalui dua mekanisme: memberikan insentif kepada orang untuk menabung dan mengurangi permintaan orang untuk mengambil kredit. Karena jumlah uang yang beredar berkurang, otomatis “nilai uang” bertambah sehingga “nilai barang” secara relatif menurun, dan harga barang2 pun menurun… sehingga laju inflasi bisa ditahan. Demikian juga sebaliknya dengan penurunan suku bunga.</p>
<p>Kira2 teori ekonominya seperti itu..<br />
<span id="more-211"></span>Tapi pasar finansial jauuuh lebih kompleks dari itu.. Indonesia tidak berdiri sendiri. Indonesia tidak menutup laju keluar masuknya modal dari dan ke luar negeri. Oleh karena itu, Indonesia merupakan satu titik dari jejaring pasar kapitalisme global.</p>
<p>Bisa juga dibayangkan bahwa jejaring kapitalisme ini terdiri dari titik2, di mana tiap titik merupakan investor (bukan negara). Jaring-jaring terhubung antar titik melalui interaksi antar investor. Interaksi ini bisa dalam beberapa bentuk.</p>
<p>Salah satu bentuk interaksi yang berpengaruh adalah interaksi kredit di mana satu investor meminjamkan modal kepada investor lain. Dari interaksi ini terbentuklah “jaringan kredit”. Bayangkanlah modal ini sebagai darah kapitalisme. Memberikan kredit sama dengan memberikan darah kapitalisme.</p>
<p>Interaksi lain yang cukup penting adalah interaksi melalui “cross-holding”, di mana jaring2 terbentuk dari kesamaan aset yang dipegang. Dari interaksi ini terbentuklah “jaringan kepemilikan aset”.</p>
<p>Ada bentuk jaringan lain yang menghubungkan aset, bukan menghubungkan investor, yaitu kesamaan faktor yang mempengaruhi sumber pendapatan suatu aset tersebut. Misalnya, sumber pendapatan bank kira2 bakal sama dengan bank2 lainnya. Demikian juga sumber pendapatan penjual kelontong kira2 bakal sama dengan penjual kelontong tetangganya. Sebut saja “jaringan ekonomi”.</p>
<p>Jaringan2 baru akan terus muncul, diciptakan, dan dibuang sesuai dengan adaptasi kebudayaan manusia.. Mana yang terbukti menguntungkan bertahan hidup, yang lain, dibuang.. Misalnya, munculnya jaringan melalui produk2 derivatif membuat jejaring kapitalisme semakin kompleks.</p>
<p>Dalam jejaring kapitalisme ini, hanya ada satu hukum yang saya yakin selalu benar: setiap investor (agents) bertindak untuk kepentingannya sendiri. Semua agents ingin survive and prosper dalam jejaring ini.</p>
<p>Bila kita melihat pasar sebagai jejaring kapitalisme, mungkin kita akan lebih bisa memahami dinamika pasar dengan pikiran lebih terbuka. Satu hal yang sangat penting dari cara pandang ini adalah melihat pasar sebagai suatu sistem kompleks yang adaptive (http://www.trojanmice.com/articles/complexadaptivesystems.htm). Banyak properti dari sistem seperti ini yang menarik untuk dipelajari.. Misalnya, tidak ada individu/institusi yang bisa mengatur2 bagaimana seharusnya pasar berlaku. Bahkan The Fed (Bank Sentral AS) ataupun investor terbesar di dunia tidak akan bisa mendikte bagaimana pasar akan bertindak.. Semua yang kita lihat di permukaan (misalnya turun2nya harga2) adalah hasil dari interaksi jutaan agents yang bertindak untuk kepentingannya sendiri2.. It is a bottom up system.. no central authority.</p>
<p>Dalam kondisi normal, jejaring kapitalisme ini sangatlah efisien dalam banyak hal. Ia efisien dalam memproses semua informasi yang relevan dengan sangat cepat dan akurat (misalnya betting markets). Ia juga sangat efisien dalam mengalokasikan modal ke titik2 yang bisa menggunakan modal dengan baik.. dari sinilah kita bisa melihat kembali “the invisible hand” a la Adam Smith..</p>
<p>Sistem ini juga secara natural akan menghasilkan “emergent behavior”. Market boom.. crash.. adalah properti intrinsik dari sistem ini. Tidak bisa lari. We should expect it to come.. time and again.. It is just natural. Bayangkan sebuah virus yang menyerang populasi sebuah binatang. Ekosistem binatang merupakan suatu sistem kompleks yang adaptive, sama seperti pasar. Karena “jaringan kedekatan geografris”, virus akan cepat menyebar sampai tinggal binatang yang bisa beradaptasi dengan si virus saja yang akan hidup, dan akan sejahtera dan berkembang lagi.. demikian seterusnya..</p>
<p>So, apa yang terjadi di jejaring kapitalisme global sekarang? Ingat “jaringan kredit” tadi? Alkisah, ada sekelompok agents (dalam hal ini bank2, hedge funds, dll) yang secara efektif meminjamkan modal kepada sekelompok agents lain yang disinyalir kemampuan kreditnya diragukan dalam bentuk subprime mortgage (semacam KPR). Rumah2 yang dibeli dijadikan agunan. Kemudian hari, pengambil kredit ini tidak bisa mengembalikan hutangnya (http://ihedge.wordpress.com/category/krisis/). Nilai dari aset2 yang didasari oleh pinjaman2 ini pun turun.. Dalam “jaringan kredit” ini, beberapa agents yang meminjamkan modal juga meminjam dari pihak lain.. Maka mulailah efek jaringan (efek domino) ini melanda.. Gagal bayar di salah satu agents menjadi gagal bayar agents lainnya juga. Agents2 lain yang tidak ada hubungan langsung dengan pinjaman subprime mortgage ini juga mendapatkan sinyal dari pasar bahwa kesehatan beberapa agents2 lain cukup lemah.</p>
<p>Ketika kondisi ini mencapai suatu level kritis, fenomena menarik terjadi (emergent behavior). Mereka yang biasanya memberi supply darah kapitalisme (”kredit”), dalam semangat menyelamatkan diri sendiri, memutuskan untuk tidak lagi memberi supply darah ke agent lain karena kawatir darahnya tidak akan berputar balik.. Maka terjadilah fenomena “credit squeeze”, jaringan2 kredit menjadi terputus.. Bayangkan suatu organisme di mana organ2nya tidak mendapat supply darah. Organ2 itu akan melemah, dan mungkin mati.</p>
<p>Di sisi lain, agents2 yang bermasalah ini juga merupakan titik2 penting dalam ”jaringan kepemilikan aset”. Ketika mereka harus mendapatkan modal untuk membiayai operasionalnya (darah untuk hidup), mereka terpaksa menjual aset2 yang mereka miliki untuk mendapat modal baru.. Ketika mereka menjual aset2 ini karena tidak ada pilihan lain, mereka akan menjual dengan berapapun harganya.. Maka turunlah harga-harga.. Tidak pandang bulu apakah aset2 itu ada hubungannya dengan subprime mortga atau tidak… Mereka menjual aset yang mereka miliki.. Melalui penurunan harga2, agent2 dalam jejaring ini mendapat sinyal dari pasar bahwa ada agents2 lain yang bermasalah.</p>
<p>Ketika penurunan harga2 aset2 ini mencapai suatu level kritis, fenomena lainnya terjadi.. Mereka yang memiliki aset2 menjadi tahu bahwa harga2 akan turun karena ada agent2 bermasalah yang harus menjual aset2nya. Agent2 mendapat masalah dan harus menjual asetnya karena: (a) harus membayar hutang ke kreditor2 mereka, (b) mendapatkan “margin call” dari broker mereka, atau (c) mendapatkan penarikan dana dari investor2 lain yang menanamkan modal kepadanya.. Akhirnya, behavior dari agent2 dalam jaringan “kepemilikan aset” ini tersinkronisasi. Sebagian besar tidak ingin membeli, karena tahu harga akan turun lebih dalam lagi… Harga benar2 turun, dan agent2 yang tadinya tidak bermasalah pun menjadi ikut2an bermasalah dan harus menjual asetnya.. dengan harga yang lebih murah lagi.. Terjadilah vicious cycle…</p>
<p>Ada satu hal lagi.. Dalam “jejaring kredit” tadi, tidak semua agents memutar uangnya dalam pasar modal. Sebagian, memutarnya dalam pasar real.. Ketika “jejaring kredit” terputus.. credit squeeze.. mereka tidak memiliki darah untuk memutar usahanya.. Masalah pun merambat ke pasar real: pasar barang dan jasa, dimulai dari sendi ekonomi di mana perusahaan2 yg terkena credit squeeze berada. Ketika suatu sendi ekonomi terpengaruh, maka ”jaringan ekonomi” pun akan terimbas. Masalah akan menjadi parah ketika sendi yang terkena adalah sendi perbankan. Kenapa? Karena sendi ini paling banyak jaringannya ke sendi2 lainnya. Sebagian dari jaring2 itu pasti akan terputus. Dan resesi ekonomi tak elak akan datang….</p>
<p>Balik lagi ke kasus Indonesia. Dari segi pasar modal, jelas jaringan2 titik Indonesia ke jejaring kapitalisme global cukup besar, terutama dari segi ”jaringan kepemilikan aset”. Banyak investor asing yang menanamkan modalnya di pasar modal Indonesia. Tak heran, ketika pasar global jatuh, Jakarta juga ikut turun, dan turun dengan drastis juga. Sebagian investor2 asing itu tak punya pilihan lain selain menjual asetnya di Jakarta. Sebagian lagi menjual karena tahu harga akan turun. Dari segi ”jaringan ekonomi”, Indonesia sepertinya tidak terlalu terhubung dengan pasar global, kecuali melalu sektor pertambangan. Dari segi “jaringan kredit”, Indonesia juga tidak terlalu terhubung. Beda dengan tahun 97an di mana banyak perusahaan Indonesia yang berhutang di luar negeri dalam bentuk dollar. Dari perspektif ini, saya cenderung percaya kalau Indonesia cukup lebih kokoh daripada tetangga2 kita ataupun banyak negara lain di dunia. Masalah pasar saham jatuh, itu hal yang natural.</p>
<p>Balik ke pertanyaan awal: kenapa BI menaikkan suku bunga ketika bank2 sentral lain menurunkan suku bunga? Yah, tanya sama dewan gubernur BI kali yah.. <img src='http://marketiva.mencariuang.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tapi menurut saya tindakan ini cukup rasional untuk saat ini. Dalam kondisi seperti sekarang, prioritas pertama adalah menjaga stabilitas rupiah. Kenapa? Karena rupiah cenderung melemah akhir2 ini, seiring dengan mata uang2 dunia lainnya. Kita tidak ingin, penurunan rupiah ini mencapai suatu level kritis di mana fenomena baru terjadi.. dan rupiah terjun bebas dengan akibta yang bisa mematikan beberapa sendi ekonomi Indonesia dan menghancurkan “jejaring ekonomi”. Untuk saat ini, lupakan dulu “pertumbuhan ekonomi”, yang penting jaga kestabilan “jejaring ekonomi” Indonesia.</p>
<p>Apa yang bisa dilakukan BI untuk menstabilkan rupiah? Paling tidak ada dua: (1) intervensi pasar modal dengan menjual dollar dan membeli rupiah dengan menggunakan devisa negara, atau (2) dengan menaikkan suku bunga.</p>
<p>Cara pertama adalah cara bunuh diri untuk kondisi seperti sekarang ini. Kenapa? Karena kekuatan pasar saat ini tidak akan mudah dilawan. Cadangan devisa Indonesia yang hanya sekitar beberapa miliar dollar AS bisa dibilang relatif kecil dalam takaran pasar uang. Selain itu, resiko dari strategi ini sangat besar karena senjata kita (cadangan devisa) akan semakin tumpul (semakin kecil) kalau dipakai. Ketika jumlah cadangan turun ke suatu level kritis di mana pasar tidak percaya metode ini akan berhasil, agents akan menyelamatkan diri sendiri, dan semakin melemahkah rupiah dalam proses itu. Rupiah akan jatuh, terjun bebas. Ingat jatuhnya poundsterling Inggris tahun 90an? Bank of England sepertinya lebih kokoh dari BI. Ia pun gagal mempertahankan mata uangnya. Ingat berapa miliar dolar yang dihabiskan Bank of Thailand untuk mempertahankan Thai Bath? Maka, jadikan devisa negara hanya sebagai “threat”, pakailah dengan sangat hati2.</p>
<p>Cara kedua lebih cantik. Apa yang terjadi ketika bank sentral suatu negara menaikkan suku bunga? Ada sekelompok investor/agents yang hidup dengan cara mencari tempat2 di jejaring ini yang memberikan bunga lebih tinggi. Agents2 ini, akan tertarik untuk menaruh modalnya ke negara tersebut sehingga menguatkan mata uang negara tersebut. Bila tindakan ini tidak bisa menarik agent2 seperti ini yang baru, paling tidak tindakan ini bisa mengurangi niat agent2 yang sudah di dalam untuk tidak pergi.</p>
<p>Dikutip dari [ihedge.wordpress.com]</p>
<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="cara menaikkan laju inflasi">cara menaikkan laju inflasi</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="kapitalisme modal tahun 2012">kapitalisme modal tahun 2012</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="ketetapan suku bunga bank dunia">ketetapan suku bunga bank dunia</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="perusahaan yang terimbas krisis finansial di indonesia">perusahaan yang terimbas krisis finansial di indonesia</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alasan Mengapa Anda Harus Belajar Bermain Forex</title>
		<link>http://marketiva.mencariuang.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html</link>
		<comments>http://marketiva.mencariuang.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 20:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketiva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Marketiva]]></category>
		<category><![CDATA[Valas Online]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Forex]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah membaca artikel berjudul <a target="_blank" title="Mari Kita Cegah Hyper Inflasi" href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" target="_blank">Mari Kita Cegah Hyper Inflasi di Indonesia</a>, mungkin anda memiliki pertanyaan bagaimana cara mengamankan harta benda anda di jaman mata uang yang sudah di perdagangkan seperti sekarang ini. Saat ini mata uang yang anda pegang bukanlah uang yang sesungguhnya, Rupiah saat ini hanya berfungsi sebagai alat tukar saja yang bisa berubah nilainya. Dari tahun ke tahun nilai tukar mata uang cenderung menurun. Berbeda dengan uang sesungguhnya pada jaman uang logam yang dibuat dari emas, uang tersebut tidak akan berubah nilainya karena memiliki nilai intrinsik.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengutip istilah Robert T Kiyosaki, Uang adalah ilusi, bagi anda yang menganggap uang adalah nyata, maka berhati hatilah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-185"></span>Untuk itulah anda perlu belajar bagaimana mekanisme mata uang itu bekerja, bagaimana mata uang diperdagangkan sama seperti komoditi lain, jadi di sini uang bukan lagi berfungsi sebagai alat tukar.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini beberapa manfaat dari belajar berdagang valuta asing sekaligus sebagai jawaban dari pertanyaan Alasan Mengapa Anda Harus Belajar Bermain Forex.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Dengan belajar main valas anda akan mengetahui kapan suatu mata uang akan naik dan kapan akan turun. Dengan mengetahui hal tersebut maka anda bisa mengambil keuntungan dengan membeli mata uang di harga murah untuk kemudian dijual di harga tinggi, atau anda jual dulu apabila anda punya mata uang bernilai rendah, dan apabila harga sudah habis pergerakan turunnya maka anda bisa beli lagi mata uang bersangkutan apabila diperlukan.</li>
<li>Dengan belajar forex anda akan mengetahui mata uang apa yang nilai tukarnya paling kuat. Saat ini GBP adalah mata uang terkuat di dunia, nilainya dua kali lipat USD, kadang bahkan lebih.</li>
<li>Dengan mengetahui mata uang yang kuat dan nilainya cenderung naik, maka anda bisa berinvestasi di mata uang tersebut dengan harapan mendapat kapital gain pada masa mendatang.</li>
<li>Dengan mengetahui bahwa uang adalah ilusi, yang nilainya maya dan bisa berubah setiap saat, maka anda bisa memilih untuk berinvestasi pada produk yang lebih baik misalnya tanah, real estate, emas dan lainnya.</li>
<li>Dengan mengetahui cara kerja uang serta perdagangan uang, maka otomatis kecerdasan anda tentang uang atau kecerdasan finansial anda meningkat. Dengan kecerdasan finansial yang bagus maka anda bisa mempertahankan dan mengembangkan kekayaan anda sekarang, esok dan nanti.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk anda yang awam sama sekali dengan perdagangan valas, belumlah terlambat apabila saat ini ingin belajar tentang perdagangan valas atau forex trading. Mari tingkatkan kecerdasan finansial untuk kehidupan yang lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang pertanyaannya, dimana bisa belajar mekanisme valas secara gratis? Apakah masih ada? Anda tidak perlu kuatir, dimana ada keinginan maka disitu pasti ada jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Memperkenalkan, broker valas gratis dan terbaik di dunia (terbaik karena brokernya memang baik dengan memberikan anda modal uang betulan $5 dan uang mainan $20,000) untuk keperluan anda belajar valas dan untuk meningkatkan kecerdasan finansial anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami persembahkan:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><a target="_blank" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a>! Broker terbaik di dunia: <span class="frn-pge-nh-text">With more than 520,000 serviced users, 310,000 unique and live trading accounts, and more than 3.7 million live orders executed each month, </span><a target="_blank" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva.com</a><span class="frn-pge-nh-text"> is one of the most popular over-the-counter market makers in the world.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a target="_blank" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a> didirikan pada awal 2005 oleh grup profesional finansial dan para ilmuwan komputer. Tim <a target="_blank" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">www.marketiva.com</a> telah memiliki pengalaman gabungan lebih dari 30 tahun dalam pasar finansial. <a target="_blank" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a> merupakan market maker paling populer di dunia.</p>
<p style="text-align: center;">===oOo===</p>
<h2 style="text-align: center;">Tertarik dengan <a target="_blank" title="Belajar Forex Trading Valas di Marketiva" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva.com</a>?</h2>
<h2 style="text-align: center;"><a target="_blank" title="Buka Account Marketiva, Dapatkan Tunai $5" href="https://www.marketiva.com/index.ncre?page=open-account&amp;gid=277" target="_blank">Ayo Daftar Sekarang Juga!</a><br />
Kurang dari 5 menit anda sudah langsung bisa trading!</h2>
<p style="text-align: center;">===oOo===</p>
<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html" title="belajar bermain valas">belajar bermain valas</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html" title="bermain mata uang">bermain mata uang</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html" title="cara menetukan mata uang saat maen forex">cara menetukan mata uang saat maen forex</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html" title="manfaat mempelajari valas">manfaat mempelajari valas</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.mencariuang.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analisa Valas Sederhana Bagian 3 dari 4</title>
		<link>http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html</link>
		<comments>http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 08:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketiva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Teknikal]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Marketiva Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.purwochanger.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bertrading bukanlah suatu ilmu pasti 1+1=2 jadi jangan sia-siakan uang anda untuk kursus-kursus yang menjanjikan keuntungan trading secara pasti kalau memang kursus tersebut pasti bisa menjamin kesuksesan anda bertrading ngapain mereka masih sibuk buka usaha kursus bukankah lebih baik mengurusi trading mereka sendiri?</p>
<p style="text-align: justify;">Kunci utamanya seringlah berlatih. Segala bacaan atau ilmu dapat anda peroleh secara gratis lewat googling browsing di internet atau bertukar pikiran dengan rekan-rekan di forum atau millis.</p>
<p style="text-align: justify;">Trick diatas juga tidak menjanjikan keuntungan yang pasti tetapi paling tidak dengan menerapkan logika diatas anda sudah berada pada jalur yang tepat dan anda tidak bertrading secara buta. Anda sudah mendapatkan dasar dalam pengambilan suatu keputusan. Semoga masukan dari saya bisa memberi kesuksesan bagi kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-141"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Management Resiko</span><br />
Yang namanya salah analisa atau perhitungan sangat wajar terjadi pada saat bertrading salah satu yang paling penting adalah margin anda. Trading yang aman sebaiknya hanya menggunakan 10-20% dari margin anda sisanya sangat diperlukan untuk menghadapi hal-hal yang terjadi diluar dugaan. Atau kalau tidak mau pusing jalan paling sederhana adalah melakukan cut loss.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah pertama yang akan dibahas adalah melakukan tindakan average misalnya anda mengalami loss sampai dengan 50 point atau bahkan lebih tetaplah bersikap tenang tetap pada pedoman yang utama ambil tindakan berpedoman pada harga high atau low harian beraksi jika harga telah matang walaupun posisi masih kalah usahakan equity anda terus bertambah sehingga paling tidak anda memperoleh hasil impas dan modal awal anda tidak kena makan.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah kedua adalah tindakan locking atau hedging tindakan ini maksudnya untuk membatasi kerugian anda agar tidak terus membengkak bersabarlah dan tetap berfikir tenang maka kekusutan ini akan dapat diselesaikan dengan cantik dan anda bisa tetap memperoleh keuntungan manfaatkan virtual account untuk belajar memanagement resiko anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah ketiga adalah cutt loss hal ini tidak perlu dibahas lebih dalam karena sangat simple hanya anda akan mengalami kerugian sekian poin sesuai dengan apa yang anda mampu terima.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam melakukan management resiko sangat diperlukan ketenangan sikap. Keputusan entry tetap berpedoman pada harga high dan low biarpun pada saat anda melihat minus pointnya sudah besar, tapi berpikirlah seolah anda masih tidak ada minus yang dikhawatirkan akibat panik anda langsung me-locking atau me-average posisi anda padahal harga bergerak saat itu belum matang akibatnya bisa tambah runyam.</p>
<p style="text-align: justify;">Point utamanya adalah usahakan agar equity awal anda tidak berkurang akibat kesalahan menganalisa bayarlah kerugian point anda dengan point yang anda peroleh kembali dari trading yang baru.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Contoh kasus hari Senin 5 Desember 2005</span></p>
<p style="text-align: justify;">Tema : Akibat serakah<br />
Pairs: GBP-USD</p>
<p style="text-align: justify;">Senin sekitar jam 23:00-24:00<br />
Harga tick 1.7394 harga High di 1.7416 sudah koreksi turun ke 1.7364 balik kembali menuju ke 1.17390 an bergerak seakan susah menembus ke 1.7390 harga bergerak di kisaran 1.7385-1.7390 an bahkan cenderung untuk turun semua indikataor dan analisa chart juga menunjukan signal bearish range harga pun sudah dirasakan cukup matang di 140 an point.</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi USD-CHF juga sudah stabil nilai range USD-CHF juga dirasakan sudah matang karena sudah mencapai 140 poinan Hanya USD-JPY yang dirasakan masih kurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal seperti ini rawan dan memicu untuk segera mengambil posisi walaupun sebenarnya harga masih bisa naik lagi tapi kesimpulan kita ini Cuma koreksi saja dan akhirnya ternyata harga di swing ke atas break high terus sampai mencapai puncak ke 1.7440 an.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian seperti diatas bisa menimbulkan loss yang cukup besar sebenarnya asal sabar masih bisa dicegah hanya saja kemampuan kita menahan emosi yang masih sangat minim sehingga mengakibatkan mengambil keputusan secara terburu-buru.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika anda bersabar dan tidak serakah pada hasil trading beberapa menit yang lalu sebenarnya anda sudah mengantongi kemenangan sekitar 30 poin persis seperti target. Dalam kasus ini kemampuan mengontrol dirilah yang menjadi factor loss atau profitnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Kesalahan fatal yang terus berlanjut</span><br />
Begitu mendapati harga terus naik mungkin anda mencoba mengaveragenya namun tindakan ini terlalu dini karena anda mengaveragenya pas sudah pagi masuk sesi Australia-Jepang. Peraturan basic harus diingat bertradinglah di market Amerika karena di market Amerikalah pergerakan harga yang sebenarnya terbentuk.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Apa dasar saya mengambil keputusan entry?</span><br />
Coba anda renungkan kembali pertanyaan diatas sebaik-baiknya!<br />
Apakah karena chart candle stick apakah karena tehnikal indicator yang sudah konfirm? Sedangkan banyak diantara kita bahkan saya sendiri yang masih bingung mengadopsi time frame yang tepat 1 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam, 4 jam, daily, weekly, monthly?</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan jika di cermati indicator tehnikal juga mengkonfirmasikan secara berlainan pada setiap time framenya jadi mana yang benar? Saya juga bingung. Memang factor range bisa saja terjadi miss tapi apakah factor analisa candle stick dan tehnikal indicator lainnya juga bisa menjamin tidak pernah miss?</p>
<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html" title="www analisa cadle stick com">www analisa cadle stick com</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html" title="menganalisis pasar marketifa">menganalisis pasar marketifa</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.mencariuang.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Marketiva: Kisah Sukses Bagian 3</title>
		<link>http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html</link>
		<comments>http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 08:23:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketiva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.purwochanger.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di pasar uang, komoditas yang diperdagangkan tak cuma valuta asing. Menurut Theo, meski pemerintah mematok kurs Rupiah, tak berarti kegiatan berhenti. Ada pelbagai macam surat berharga dan surat-surat komersial yang diperdagangkan.</p>
<p>Memang, belakangan problem ekonomi negara kita tak cuma berasal dari dalam negeri, melainkan dari luar negeri. Lembaga pemeringkat semacam Standard&#8217;s &amp; Poor, sekalipun banyak dicibir, pengaruhnya terhadap pasar sangat besar. Peringkat buruk yang disandangkan kepada Indonesia, Maret lalu, adalah klimaks dari kesulitan eksternal. Alat pembayaran berjangka seperti letter of credit (L/C) tak diterima, investor asing pun tak serta merta datang buat menanamkan modal. &#8220;Dengan peringkat itu, pembeli kertas berharga dari Indonesia tak lagi dianggap berinvestasi, melainkan dicurigai mau berspekulasi,&#8221; kata Theo. &#8220;Kalaupun saya, misalnya, menempatkan diri sebagai broker untuk mendatangkan uang dari investor asing, sekarang ini sangat sulit. Ketidakpercayaan demikian kuat, perlu waktu lama untuk memulihkannya.&#8221;</p>
<p>Pasar uang dunia memang sulit dilawan. Kalau kekayaan big boys sangat besar, itu konsekuensi dari hakikat pasar uang. &#8220;Istilahnya a snowball business, bisnis yang menggelinding bagai bola salju. Orang harus jadi besar untuk survive.&#8221;</p>
<p>Bisnis pasar uang, menurut Theo, menganut filosofi dasar: bukan soal berapa jumlah uang yang akan Anda peroleh, melainkan berapa jumlah uang yang siap Anda habiskan. Gambarannya, jika seseorang kerja keras sepanjang tahun hingga memperoleh uang Rp 1 miliar, akan sangat keliru kalau menggunakannya untuk main forex. Tetapi jika seseorang mendapat lotere Rp 1 miliar, yang Rp 800 juta untuk beli rumah/tanah, Rp 100 juta untuk beli kendaraan, dan sisanya untuk main forex, silakan saja. &#8220;Maka, kalau ada seorang fund manager siap menghabiskan AS $ 5 miliar di pasar forex, tak terbayang berapa besar kekayaannya&#8221;</p>
<p>Kisah &amp; Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Bisnis di pasar uang tak sama dengan judi. Kata Theo, jika judi nasib pelaku 100% tergantung pada kartu, &#8220;Di pasar uang ada hal-hal yang bisa diperhitungkan dan dicarikan peluang.&#8221;</p>
<p>Menurut Theo, ada 7 tingkat yang harus dicapai untuk betul-betul memahami bisnis ini. Selain 4 faktor penentu nilai mata uang yang sudah disebut tadi, ada beberapa hal lain seperti lobi atau hubungan, termasuk kemampuan berbahasa, faktor intelijen alias daya endus informasi, dan hal paling abstrak dan sulit, sehingga orang tak sanggup berpikir lagi. &#8220;Misalnya, semua faktor telah terpenuhi, prediksi sudah dilakukan, tapi tak ada action. Ketika faktanya sama dengan yang sebelumnya telah diperhitungkan, muncul rasa sesal kenapa tidak begini kenapa tidak begitu. Itulah yang saya maksud tingkat ketujuh.&#8221;</p>
<p>Sekalipun menggiurkan, bisnis di pasar uang penuh kekecewaan. &#8220;Karena apa? It&#8217;s about money. Orang hanya tergiur melihat angka. Mereka ramai-ramai bermain, sementara tatanan dan hukumnya tak mudah dipelajari. Lagi pula dunia itu sudah dikuasai mafia, big boys, dalam cara kerja yang terintegrasi. Apa pun permainan para pendatang, mafia-lah yang memperoleh keuntungan&#8221;</p>
<p>Menurut Theo, setelah perang dingin reda dan komunisme runtuh, tak ada lagi kekuatan yang punya daya penghancur sangat dahsyat selain uang. &#8220;Ketika uang menjadi komoditas, dampaknya global. Bencana keuangan di suatu negara segera bisa merembet ke negara lain. Siapa sekarang orang kaya di kawasan krisis yang merasa terjamin hingga 7 keturunan? Tak terbayangkan, uang bisa berlipat kali atau hancur sama sekali hanya dalam hitungan hari.&#8221;</p>
<p>Jika ditarik ke dimensi filosofis, kata Theo, krisis ekonomi adalah akibat ulah manusia yang menganggap uang sebagai ideologi. Fakta menunjukkan, miliaran AS $ telah menguap entah ke mana. Lembaga keuangan banyak yang rugi, Soros rugi, demikian pula para big boy. Tak jelas ke mana uang-uang itu pergi.</p>
<p>&#8220;Inilah tanda-tanda zaman,&#8221; kata Theo. &#8220;Tuhan kasih antibiotik untuk mereka yang terlalu menghamba pada uang. Orang kaya pusing, konglomerat pusing. Rasain.&#8221;</p>
<p>Main uang karena ingin menikmati hidup</p>
<p>Terjunnya Theo di kancah pasar uang agaknya tak terduga sebelumnya. Pria kelahiran Manado, 21 September 1956, ini semula berangan-angan jadi pastor, tapi dikeluarkan saat naik ke kelas 3 Seminari Menengah Tomohon tahun 1974. Anak ke-4 dari 7 bersaudara ini sama saja dengan ayah, paman, para sepupu, dan saudaranya, yang pernah masuk ke seminari namun gagal jadi pastor. &#8220;Saya menanggung harapan besar. Nilai dan aktivitas sekolah bagus. Maka ibu terguncang dan jatuh sakit ketika saya keluar,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Pastor pembimbing waktu itu mengatakan, ia akan lebih sukses hidup di luar biara. Kendati sedikit menyesalkan keputusan itu, ia berbalik haluan. Ia melamar ke Bank Indonesia dan diterima di BI cabang Surabaya. Setelah 2 tahun bekerja, timbul keresahan di antara teman-temannya yang cuma berijazah SMA. Sebab dengan begitu, mereka tak mungkin bisa masuk jajaran staf. &#8220;Nggak bakal pakai dasi dong seumur-umur,&#8221; papar Theo mengenang.</p>
<p>Nampaknya BI tanggap pada kegalauan itu dan mengadakan seleksi untuk promosi. Yang lolos akan disekolahkan sejajar dengan universitas. Dari BI Surabaya lulus 4 orang, salah satunya Theo. Sementara dari seluruh Indonesia terjaring 60 orang. Mereka dimasukkan ke Pendidikan Ahli Administrasi dan Keuangan Bank di Jakarta, menjalani pendidikan maraton dari pukul 08.00 &#8211; 17.00 setiap hari dengan fasilitas penuh, selama 3 tahun. &#8220;Gelarnya sejajar akuntan, tapi BI nggak kasih gelar, takut kami keluar.&#8221;</p>
<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="judi marketiva">judi marketiva</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="blog bisnis marketiva tutorial kisah sukses bagian">blog bisnis marketiva tutorial kisah sukses bagian</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="kisah sukses di pasar modal">kisah sukses di pasar modal</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="memakai dasi marketiva">memakai dasi marketiva</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="orang indonesia yang sukses dengan marketiva com">orang indonesia yang sukses dengan marketiva com</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="the bigger withdraw marketiva">the bigger withdraw marketiva</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="theo masterforex">theo masterforex</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Marketiva: Kisah Sukses Bagian 2</title>
		<link>http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html</link>
		<comments>http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 20:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketiva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Marketiva Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.purwochanger.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kenyataan itu membuktikan, dalam rezim devisa bebas segala berita dan peristiwa baik menjadi syarat utama. Dalam berbagai kesempatan Theo mengingatkan, membiarkan Rupiah mengambang bebas sama dengan bunuh diri tanpa dibarengi perbaikan di segala sektor yang akhirnya melahirkan berita buruk. Percuma ada janji segala macam reformasi, penghapusan monopoli dan oligopoli, tetapi tak ada wujudnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dapat dimengerti, naik-turunnya nilai Rupiah tak lagi ditentukan oleh hukum ekonomi, keseimbangan antara penawaran dan permintaan. &#8220;Tak ada teori yang bisa menjelaskan hal ini,&#8221; kata Theo. &#8220;Saat masyarakat makin tahu persoalan, omongan para ekonom sering diabaikan. Pemain seperti saya yang diperhatikan&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas, berapa kurs AS $ yang wajar? &#8220;Ambil nilai terakhir sebelum krisis Rp 2.400,-. Ditambah 80%-lah, sekitar Rp 4.320,-.&#8221; Penjelasannya, dalam 10 tahun terakhir perbedaan suku bunga antara AS $ dan Rupiah sekitar 10%. Suku bunga AS $ 5% dan suku bunga Rupiah 15%. Selisihnya 10%, dan dalam 10 tahun menjadi 100%. Sementara depresiasi per tahun, katakanlah 4%. Jadi dalam 10 tahun menjadi 40%. &#8220;Nah, selisih antara perbedaan suku bunga dan depresiasi dalam 10 tahun, 100% &#8211; 40% = 60%. Tak usah dipatok 60%; beri kemungkinan sampai 80% untuk ditambahkan pada kurs terakhir. Jadi 180% dari Rp 2.400,- = Rp 4.320.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sekali lagi kenyataan membuktikan, segala teori dan hukum ekonomi tak berlaku bagi kurs yang liar karena permainan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita konsisten, pasar akan respek</p>
<p style="text-align: justify;">Kisah &amp; Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Dunia perdagangan Forex (Valas) dewasa ini bagaikan dikontrol para fund manager besar yang disebut big boys. Menurut Theo, jumlah big boys yang tercatat saat ini 2.500 orang. Akumulasi modal mereka sekitar AS $ 1.300 miliar, dan dalam keadaan terpaksa bisa mendapat pinjaman hingga 10 kali lipatnya. Jumlah ini sungguh raksasa, sebab cadangan devisa negara-negara kaya yang tergabung dalam OECD pun kalau digabung tak lebih dari AS $ 700 miliar. Maka bisa dibayangkan betapa konyolnya gagasan untuk melawan spekulan dengan cadangan devisa hanya AS $ 20 miliar, misalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari 2.500 big boys itu terbawa serta ribuan orang lain sebagai mitra atau pelaksana. Sudah menjadi kebiasaan, pengambilan posisi para pelaksana ditentukan oleh tokoh besar. Jika Soros, misalnya, mengambil posisi Rp 9.000,- untuk 1 AS $, yang lain pasti mengikuti. Jika esoknya Soros menjual dengan harga Rp 9.500,-, yang lain pun pasti ikut. Semua serempak, dan begitulah nilai mata uang dimainkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau mata uang suatu negara dipatok pada nilai tetap, spekulan memang tidak lagi bisa main. Hanya saja, menurut Theo, konsekuensinya ada dalam perekonomian negara yang bersangkutan. Bagi Theo, reformasi ekonomi apa pun yang dipilih pemerintah tak penting benar, asal bisa mengatasi segenap konsekuensinya. Misalnya, pelepasan batas intervensi mensyaratkan perbaikan ekonomi total, sedangkan pematokan nilai uang mensyaratkan cadangan devisa yang cukup dan perbankan yang sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tak bisa pula dilepaskan faktor keberanian bank sentral. Kepada siapa pun yang mau memaksakan kehendak, bank sentral tak boleh setengah hati. Kalau perlu habis-habisan berintervensi. Jika ini terus berlanjut, dan dunia membuktikan konsistensi kita, pasar pun akan segan,&#8221; kata Theo. &#8220;Betapa pun kuat dan nafsunya spekulan, kalau menghadapi otoritas moneter yang teguh dan konsisten, mereka juga berpikir untuk main-main. Seperti pernah dialami Hongkong, para spekulan menghentikan serbuan karena tahu Inggris berada di belakangnya. Tak seorang pun ragu ketangguhan sistem keuangan Inggris.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus Indonesia, menurut Theo, adalah bukti kesekian dari pelecehan para big boy terhadap otoritas moneter. Permainan selisih kurs antara Rupiah &#8211; AS $ jauh lebih mudah ketimbang permainan selisih kurs Yen &#8211; AS $ atau Mark Jerman &#8211; AS $ yang didukung otoritas moneter sangat berwibawa, dan karenanya disebut hard currencies. Akibatnya sangat mudah diterka, bahkan oleh ibu-ibu rumah tangga, pihak yang acap disalahkan karena dikira ikut-ikutan berspekulasi. Masalahnya, menurut Theo, selain tuduhan itu tak benar karena jumlahnya tak seberapa dibandingan dengan aktivitas pasar uang, pemikiran para ibu sangat simpel. Jika dulu mudah menghitung depresiasi, 3 &#8211; 4% setahun, siapa sangka tiba-tiba depresiasi bisa 20% dalam sehari? Kalau punya simpanan Rupiah dan berbunga, katakanlah 40%, pada akhir tahun tak akan mencapai jumlah jika didolarkan. Pada akhirnya memang tak ada pihak yang bisa disalahkan kalau terjadi perburuan mata uang asing, karena negara menganut rezim devisa bebas.</p>
<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html" title="belajar bisnis marketiva">belajar bisnis marketiva</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html" title="jadwal trader di marketiva 2011">jadwal trader di marketiva 2011</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html" title="Kenapa wire transfer menjadi metode paling aman dalam melakukan money laundry?">Kenapa wire transfer menjadi metode paling aman dalam melakukan money laundry?</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html" title="kisah sukses trader dunia">kisah sukses trader dunia</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html" title="kisah sukses trader forex di indonesia">kisah sukses trader forex di indonesia</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html" title="kisah sukses trader indonesia">kisah sukses trader indonesia</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html" title="pengalaman sukses trading di marketiva">pengalaman sukses trading di marketiva</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html" title="suku bunga untuk depresiasi">suku bunga untuk depresiasi</a>,<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html" title="transaksi marketiva menggunakan wire transfer">transaksi marketiva menggunakan wire transfer</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.mencariuang.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Cegah Hyper Inflasi di Indonesia</title>
		<link>http://marketiva.mencariuang.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html</link>
		<comments>http://marketiva.mencariuang.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 16:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketiva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Forex]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jakarta, 21 Desember 2005. Sahabat menuju sejahtera, dari Harian Kompas hari ini, kita bisa membaca tulisan berita tentang:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sierad PHK 1.500 pekerja, menyusul berita minggu lalu tentang gelombang PHK yang mulai terjadi di beberapa propinsi.</li>
<li>Realisasi Proyek PU 74.4 %</li>
<li>Target Ekonomi Meleset</li>
<li>Disiapkan Paket Kebijakan, diantaranya adalah insentif di bidang perpajakan</li>
<li>Lahan Tak Produktif, Ratusan Transmigran Minggat</li>
<li>Krisis Pangan, Paceklik, Warga Makan Oyek dan Tiwul</li>
<li>Sapi Jatim tidak bisa dipasarkan, kebanjiran daging sapi, ayam dan telur impor</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-184"></span>Sementara minggu lalu, kita juga membaca dan mendengar berita tentang aksi buruh diberbagai daerah: Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dll, menuntut naik gaji. Bahkan tuntutan naik 100%!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Dimana masa &#8216;keemasan&#8217; pertumbuhan ekonomi yang baru saja kita rasakan tahun 2003 dan 2004? Bagaimana mungkin pada tahun-tahun tersebut, saat inflasi kita hanya mencapai 5-6%, sekarang menjadi 18%???</p>
<p style="text-align: justify;">Kapan kita bisa sejahtera? Bila tahun lalu alasan kita bahwa suku bunga terlalu rendah, tidak ada gunanya menabung, sekarang kita menghadapi inflasi yang tinggi, meskipun suku bunga naik menjadi cukup tinggi, tidak ada lagi uang kita yang tersisa karena tergerus kebutuhan hidup yang melonjak akibat inflasi. Lantas kapan bisa sejahtera dengan menabung?</p>
<p>Apakah kenaikan gaji akan menyelesaikan masalah kita? Dalam kondisi seperti ini bukankah perusahaan kita juga mengalami kondisi yang sulit? Lantas, apa yang dapat kita lakukan?</p>
<p>Kita sering lupa, bahwa selain &#8216;Penghasilan&#8217;, kita juga memiliki &#8216;Pengeluaran&#8217;. Dalam kondisi &#8216;Penghasilan&#8217; kita meningkat, sudah pasti terjadi&#8230;, &#8216;Pengeluaran&#8217; kita juga segera meningkat. Gaya hidup kita berubah. Maka, Naik Gaji tidak secara mutlak merupakan jawaban dari masalah ini.</p>
<p>Kalau kita memilih naik gaji, artinya kita hanya fokus pada Penghasilan&#8230; kita lupa mengatur Pengeluaran kita. Akhir bulan, kita akan merasa pas-pasan lagi. Lantas apa manfaatnya? Selain itu, ada suatu BAHAYA BESAR yang mungkin saja mengintai kita.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">APA BAHAYA BESAR ITU?</span><br />
Pemerintah menaikkan suku bunga, seiring dengan naiknya inflasi, untuk menarik dana masyarakat. Istilah ekonominya adalah menarik jumlah uang beredar. Dengan menaikkan suku bunga, Pemerintah mengharapkan masyarakat menabung. Apakah itu bisa tercapai? Dengan semata Naik Gaji, bisa jadi masyarakat tidak menabung. Masyarakat terus konsumsi. Tidak ada &#8216;sense of crisis&#8217;. Maka &#8216;Fiscal Policy&#8217; pemerintah tersebut bisa jadi tidak efektif. Inflasi terus meroket karena &#8216;Demand&#8217; terus bertambah. Kita menghadapi bahaya HIPER INFLASI.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">Mungkin ini adalah pemikiran yang terlalu pesimis?</span><br />
&#8216;Kemungkinan Terburuk&#8217; yang mungkin kita hadapi adalah HIPER INFLASI sebagaimana pernah terjadi pada negara Argentina, beberapa tahun yang lalu, atau negara Bolivia, suatu masa yang lalu. Saat itu, telur rebus seharga 1000 pada pagi hari, bisa menjadi 1.000.000 pada malam hari. Ada pula cerita, seseorang harus mendorong gerobak berisi penuh uang kertas yang dirampas gerobaknya karena nilai gerobak lebih berharga dari uang tunai itu sendiri.</p>
<p>Hal-hal apa yang dapat memicu kejadian HIPER INFLASI adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Inflasi tak terkendali (tentunya),</li>
<li> (Kebijakan Ekonomi) Pemerintahan yang gagal,</li>
<li> Obligasi / Surat Hutang Negara yang menjadi tidak ada harganya,</li>
<li> Tingkat Pengangguran yang tinggi,</li>
<li> Neraca Pembayaran Ambrol, Impor jauh lebih banyak daripada Ekspor,</li>
<li> Produksi dalam negeri menurun tajam,</li>
<li> Banyak perusahaan bangkrut,</li>
<li> &#8216;Goverment Spending&#8217; yang tidak efisien, tidak efektif, banyak kebocoran dan korupsi.</li>
<li> dan lain lain&#8230;</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kondisi lain yang mungkin terjadi:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Dana masyarakat yang terhimpun dalam bentuk SBI akan disalurkan oleh pemerintah dalam bentuk Kredit Usaha. Bila risiko usaha dalam krisis adalah kegagalan, maka berapa banyak &#8216;biaya&#8217; yang akan terjadi?</li>
<li>Semakin tinggi beban ekonomi, meningkatnya biaya ekonomi karena pengangguran, kebijakan iklim investasi yang tidak efektif, pajak yang semakin tinggi (.. Anda sudah punya NPWP? ), akan semakin membuat &#8216;unit cost&#8217; produk dalam negeri menjadi semakin mahal, sehingga harga barang impor akan semakin murah.</li>
<li>Barang Impor yang semakin banyak akan menyebabkan Perusahaan Dalam Negeri gulung tikar&#8230;.</li>
<li>Sementara masyarakat kita makin terbuai mental &#8216;konsumtif&#8217;, budaya instant, tidak mau kerja keras, hanya mau kerja seminim mungkin gaji setinggi mungkin&#8230;, hanya semakin menciptakan budaya PASAR, bukan budaya PRODUKTIF.</li>
<li>Nilai mata uang akan semakin lemah, lemah&#8230;, lemah&#8230;. sampai akhirnya mungkin&#8230; tidak ada harganya&#8230;</li>
<li>Desakan kompetisi globalisasi semakin berat, semakin berat&#8230;.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">LANTAS APA PILIHAN UNTUK KITA?</span><br />
Apa solusi yang mungkin bisa kita pilih untuk kita usahakan?</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>KERJA LEBIH KERAS, LEBIH PRODUKTIF, LEBIH KERAS DAN PRODUKTIF&#8230; Bila kita hanya menuntut Naik Gaji, kita hanya berpikir jangka pendek. Dengan bekerja lebih keras, lebih produktif, kita membangun kesejahteraan jangka panjang. Ini pilihan nyaris mutlak. TIDAK ADA YANG BISA MEMBEBASKAN KITA DARI BAHAYA KETERPURUKAN, SELAIN USAHA KERJA KERAS. Coba kita pikirkan, bagaimana mental kerja kita dibandingkan dengan negara lain, yang sudah lebih makmur dari kita?</li>
<li>GUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI. Biar pun mahal, gunakan produk dalam negeri. Bangun kebanggaan dan sekaligus bangun pondasi ekonomi negara sendiri. Bila ekonomi negara sendiri runtuh, siapa yang paling sengsara? Siapa yang mau membantu dengan tulus? Coba mulai dari yang kecil. Makanan, minuman, pakaian, peralatan kantor, sepatu, dll&#8230;. Lihat semua barang yang ada disekitar anda, yang anda gunakan sehari-hari&#8230; Meski produk dalam negeri lebih mahal, atur prioritas. Tidak perlu memiliki 3 barang kalau kita sudah cukup dengan 2 barang.</li>
<li>BERIKAN LEBIH, MINTA BELAKANGAN, MULAI DARI DIRI SENDIRI. Bila kita mengharapkan orang lain, pemerintah, perusahaan, untuk memberi lebih dahulu&#8230;., bila satu pihak mengharapkan pihak lain untuk melakukan &#8216;kewajibannya&#8217; dulu, maka tidak akan ada perubahan&#8230;.</li>
<li>BERHEMAT DAN BERINVESTASI. Badai mungkin ada didepan. Coba rasakan&#8230;. mungkinkah? Mungkin ya? Mungkin tidak? Apa yang mungkin dapat kita lakukan bila ternyata jawabannya adalah YA? Hemat, akumulasikan dan investasikan dana Anda pada tempat yang aman, atau lebih aman. Pertimbangkan Risiko.</li>
<li>JANGAN SALAHKAN SIAPA-SIAPA, LAKUKAN DAN AJAK TEMAN ANDA. Menyalahkan pihak lain tidak akan memberikan manfaat kepada kita. Saling menyalahkan tidak akan mengubah apapun. Jangan salahkan siapa pun, pemerintah, perusahaan,&#8230; negara lain, &#8230; bila terjadi masalah dalam ekonomi negara sendiri, bila kita sendiri turut memberikan kontribusi terhadap permasalahan tersebut.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ajak teman Anda untuk membuat perubahan. Forward pemikiran ini kepada teman, bila ANDA PEDULI.</p>
<p>Sahabat menuju sejahtera,<br />
Lakukan sesuatu. Each Cent Counts. Setitik peningkatan usaha pun berharga. Coba bawa pemikiran ini pada manajemen perusahaan Anda. Apa yang bisa dilakukan? KERJA KERAS, PRODUKTIF, Berhemat, Berinvestasi, Antisipasi.</p>
<p>Apakah Naik Gaji (saja) cukup untuk menjawab permasalahan Anda? Bila pemikiran ini dapat bermanfaat untuk antisipasi masalah di perusahaan Anda, saya terbuka untuk mendiskusikannya.</p>
<p>Salam Sejahtera. Sekaranglah Masa Kerja Keras!!!</p>
<p>Hendri Hartopo</p>
<p>Konsultan Keuangan, Perbankan, Investasi, Asuransi Direktur KOMMIT Sejahtera (Konsultan Koperasi Karyawan). Penulis Buku Laris &#8220;Save Or Sorry!&#8221;</p>
<p>Web: www.hendrihartopo.info<br />
Email: email@hendrihartopo.info -<br />
hendri_hartopo@yahoo.com<br />
Cell: 021.30118474 &#8211; 0815.9661067</p>
<a href="http://marketiva.mencariuang.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="pajak marketivia">pajak marketivia</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.mencariuang.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

